PERHATIAN !

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOG KAMI, JANGAN LUPA SUBSCRIBE DAN SHARE KE MEDIA SOSIAL ANDA AGAR BLOG INI SEMAKIN BERKEMBANG( klik IKUTI, SUKA, dan FOLLOW) di bilah kiri atas blog ini, JIKA INGIN BERIKLAN HUB EMAIL (kaharmanibo@gmail.com) / WA (085342290537) KAMI

Minggu, 31 Mei 2015

MARHABAN RAMADHAN


Ramadan (bahasa Arab:رمضان; transliterasi: Ramadhan) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Alquran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri.
Kekhususan bulan Ramadan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Alquran pada surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya:
"bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."
—(Al-Baqarah 2: 185)
Secara etimolgis Ramadan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan kesembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.
Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadan orang berpuasa, tenggo (Wikipedia, diakses pada 1 juni)

KEGEMBIRAAN MENYAMBUT RAMADHAN
RAMADHAN menghitung hari lagi kawan. Ada Sebuah hadits yang sangat popular dikalangan masyarakat karena seringnya didengung2kan oleh pendai ramadhan yaitu:
“man fariha biduhuri ramadhana, Harrama Llahu jazadahu ala Nniran” (hadits)
“barang siapa yang bergembira akan datangnya bulan suci ramadhan, maka Allah SWT mengharamkan jasadnya dari api neraka” (Hadits)
Tak dapat dipungkiri banyak golongaan yang tidak senang dengan bulan ramadhan, layaknya syaitan yang menangis, seperti tempat-tempat hiburan, hotel-hotel, dan tempat prostitusi. Namun ada juga gembira, tapi gembiranya disini perlu dikaji ulang, karena banyak hal yang membuat manusia bergembira dengan datangnya bulan ramadhan, ada beberapa golongan kekembiraan menurut saya dan beberapa istilah pendai kampung:
1.      Gembiranya Nkong-ngkonk pedagang, karena dengan datangnya bulan ramadhan, banyak dagangan mereka laku, mulai dari perabot rumah tangga, baju-baju muslim dan muslima, hingga bahan-bahan untuk keperluan sahur dan buka, semuanya ramai dan tentunya harga sedikit mahal
2.      Gembiranya artis-artis Galau, banyak diantara mereka langsung berubah (ala superman, saras 008), memanfaatkan momentum ramadhan dengan merubah wujud, hijab instant, berpura-pura taubat, dengan 1 alasan, yah.. supaya kebanjiran job dibulan ramadhan, begitu bulan ramadhan berlalu, semua pun berlalu
3.      Gembiranya pedagang-pedagang cendol dan kue-kue tradisional
4.      Gembiranya anak-anak dengan datangnya musim main lappo-lappo/baraccung/kembang api
5.      Gembiranya hoby makan kue
6.      Gembiranya ibu-ibu
7.      Dan Gembiranya orang-orang yang ingin meningkatkan kwalitas ibadahnya,
(silabus, ppg sm3t unm jilid 3)
Namun, menurut uztas saya, gembira tidak cukup dengan datangnya bulan suci ramadhan, setidaknya sebagai umat muslim menyiapkan dirinya dengan bulan suci ramadhan. Persiapan yang saya maksud bukan dengan memborong belanjaan di pasar-pasar tradisional lalu meramaikan kulkas dengan berbagai macam merk sirup, bahkan ada ibu-ibu yang sudah membeli 1 karung tepung untuk persiapan buat kueselama ramadhan (hahaha, itu mama saya).
Secara garis besar, ada 4 hal yang harus kita siapkan dengan datangnya bulan suci ramadhan, cikidot:
1.      Persiapan Ruhiyah (Keimanan)
Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).
Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.
Bukan malah sebaliknya, memaksimalkan maksiat karena kawatir dibulan ramadhan tidak bisa lagi melakukannya
2.      Persiapan Jasadiyah (Jasmani)
Ramadhan adalah bulan ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.
3.      Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)
Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).
Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan/Shaum. Hal-hal yang penting di pelajari yaitu tentang amala shalat wajib dan sunnah, fiqih puasa, dan tartil Al-Qur’an


4.      Persiapan Maaliyah (harta)
Persiapan harta yang dimaksud bukan hanya persiapan harta untuk buka puasa dan sahur, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

IBADAH RAMADHAN
Pada dasarnya bulan suci ramadhan adalah bulan terbaik untuk memanen amalan apapun, karena pada bulan ini semua pahala di lipat gandakan pahalanya, sebuah hadits yang di riwayatkan imam ibnu khuzaimah :
“Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan baik(sunnah/mandub) sama seperti menunaikan suatu kewajiban(fardu) pada bulan yan lain. Siapa saja yang menunaikan kewajiban(fardhu) di bulan ramadhan, (ia diganjar pahala) sama dengan orang yang mengerjakan pahala 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain”
(HR IBNU KHUSAIMAH)”
Pun demikian penulis ingin mendeskripsikan beberapa amalan yang menurut saya wajib di bulan ramadhan anda lakukan
1.      Puasa
Puasa berasal dari bahassa sansekerta yaitu upuwasa, dalam islam puasa lebih dikenal dengansebutan As-shiyam bentuk jamak dari As-Shaum, namun kedua kata ini memiliki arti yang jauh berbeda.
Menurut istilah syariat puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan bersetubuh dengan pasangan(jima’) mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan tujuan mecari ridha allah,
Namun yang perlu anda pelajari tentang puasa ramadhan yaitu
a.       Rukun puasa
b.      Syarat-syarat
c.       Sunnah-sunnah dalam berpuasa
d.      Keutamaan puasa
e.       Fiqih puasa,
Agar puasa anda tidak sia-sia dan mendapatkan manfaat didalamnya karena “begitu banyak orang yang berpuasa tidak ada yang didapatkan dari puasanya kecuali haus dan lapa saja”

2.      Baca Al-Qur’an
Baca al-Qur’an yang saya maksud disini dalam arti luas, mulai dari membaca biasa, memperbaiki bacaan (tajwid dan mahraj huruf), menghafal Al-Qur’an, mentadaburi Al-Qur’an, jadi sejatinya seorang kaum muslim harus memiliki minimal 1 mashab yang ada terjemahannya, agar selain hanya membacanya juga bias memaknai dan mengamalkan artinya, jadi pahalanya double, selain pahala bacaan jga pahala lainnya… iyakan…!
3.      Shalat lail dan I’tiqaf di masjid
Shalat lail dan I’tiqaf sengaja saya gabung karena walaupun beda maksud namun kedua hal ini dapat dilakukan di waktu dan tempat yang sama. Masjid adalah tempat yang paling baik untuk melakukan I’tiqaf dan shalat lail, silahkan pelajari jenis2 shalat lail yang bias anda amalkan dibulan ramadhan, dan syarat2 I’tiqaf
4.      Nuzulul Quran dan Mecari malam lailatul Qadr
Nuzulul Quran orang biasa artikan dengan malam turunnya Al-Qur’an atau Malam Lailatul Qadr yaitu malam 17 ramadhan, dan biasanya umat islam memperingatinya (khususnya di Indonesia), padahal tidak ada dalil yang mengatakan Al-Qur’an diturunkan pada malam 17 ramadhan (ini perlu difahami, silahkan cari sendiri referensinya)  yang ada adalah Al-Qur’an diturunkan pada malam lailatul Qadr yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan

 

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1593].
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

[1593] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr Yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.

Rasulullah SAW bersabda:
Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada10 hari terakhir bulan ramadhan (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian Al-Qur’an tidak diturunkan pada malam 17 ramadhan tapi 10 terakhir yaitu 21,23,25,27,29. Dan riwayat lain dikatakan bahwa pernah suatu saat Rasulullah SAW ditanya tentang puasa sunnah hari seninnya Rasulullah menjawab “Pada hari ini aku dilahirkan dan pada hari ini pula turun wahyu (yang pertama) kepadaku.

Jika kita melihat kalender hijriyah, bulan ramadhan ketika diturunkannya Al-Qur’an, hari senin adalah tanggal 7,14,21, dan 28. Jadi, jika dikaitkan dengan surah Al-Qadr, hadits 1, jawaban Rasulullah SAW tentang puasa sunnahnya dengan perhitungan Tanggal Hijriyah maka Al-Qur’an turun pada 21 ramadhan, karena 28 Ramadhan kan bukan malam ganjil. (wallahu a’lam, Silahkan dikaji ulang, ini hanya analisis penulis)
5.      Sedekah dan Zakat fitrah
Sejatinya sedekah adalah amalan yang bias diamalkan di mana saja dan kapan saja, dalam artian tidak dikhususkan pada bulan ramadhan walaupun sadaqah dibulan ramadhan pahalanya dilipat gandakan.
Zakat banyak sekali disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai indikasi bahwa hal ini sangat lah penting dan hukumnya fardu ain. Zakat bertujuan untuk membersihkan diri kita dan harta kitadari hal-hal yang tidak jelas…
Silahkan cari sendiri referensinya
6.      Idul fitri
Yang paling penting adalah sudahkah kita membayar zakat fitrah kita sebelum ied fitri, dan selayaknya idul fitri dirayakan sederhana saja, tanpa glamour yang kesannya memaksakan diri,,, itu

Silahkan menambah khasanah saudara2 tentang bulan ramadhan…

Selasa, 26 Mei 2015

MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA



BAHAN AJAR
Usaha pengurangan resiko bencana alam

A.    Pengertian Mitigasi dan Adaptasi Penanggulangan Bencana Alam
1.      Pengertian Mitigasi Bencana
Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, mitigasi bencana didefinisikan sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Ada 2 bentuk mitigasi bencana, yaitu mitigasi struktural dan mitigasi nonstruktural.
1)      Mitigasi struktural adalah upaya mengurangi resiko bencana dengan cara antara lain membuat waduk, chek dam, atau tanggul sungai untuk mencegah banjir, menanami pantai dengan mangrove untuk mengurangi resiko bencana tsunami.
2)      Mitigasi non-struktural adalah upaya mengurangi resiko bencana dengan cara membuat peraturan perundang-undangan, seperti undang-undang tata ruang, pelatihan bencana, dan lain-lain.
Beberapa tujuan utama mitigasi bencana alam yaitu:
a)      Mengurangi resiko bencana bagi penduduk dalam bentuk korban jiwa, kerugian ekonomi dan kerusakan sumber daya alam.
b)      Menjadi landasan perencanaan pembangunan
c)      Meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menghadapi serta mengurangi dampak dan resiko bencana sehingga masyarakat dapat hidup aman.
Untuk melakukan penanggulangan bencana, diperlukan informasi sebagai dasar perencanaan penanganan bencana yang meliputi:
1.      Lokasi dan kondisi geografis wilayah bencana serta perkiraan jumlah penduduk yang terkena bencana
2.      Jalur transportasi dan sistem telekomunikasi
3.      Ketersediaan air bersih, bahan makanan, fasilitas sanitasi, tempat penampungan dan jumlah korban
4.      Tingkat kerusakan, ketersediaan obat obatan, peralatan medisserta tenaga kesehatan
5.      Lokasi pengungsian dan jumlah penduduk yang mengungsi
6.      Perkiraan jumlah korban yang meninggal dan hilang
7.      Ketersediaan relawan dalam berbagai bidang keahlian
Siklus  manajemen bencana terdiri dari empat fase. Tiap fase tersebut saling melengkapi dan tumpang tindih. Keempat fase tersebut adalah:
a.       Mitigasi
Merupakan upaya meminimalkan dampak bencana. Fase ini umumnya terjadi bersamaan dengan fase pemulihan dari bencana sebelumnya. Seluruh kegiatan pada fase mitigasi ditujukan agar dampak dari bencana yang serupa tidak terulang.
b.      Kesiap-siagaan
Merupakan perencanaan terhadap cara merespons kejadian bencana. Dalam fase ini perencanaan yang dibuat oleh lembaga penanggulangan bencana tidak hanya berkisar pada bencana yang pernah terjadi pada masa lalu, tetapi juga untuk berbagai jenis bencana lain yang mungkin terjadi.
c.       Respon
Merupakan upaya meminimalkan bahaya yang diakibatkan oleh terjadinya bencana. Fase ini berlangsung sesaat setelah terjadi bencana dan dimulai dengan mengumumkan kejadian bencana serta mengungsikan masyarakat.
d.      Pemulihan
Merupakan upaya pengembalian kondisi masyarakat sehingga menjadi seperti semula. Pada fase ini pekerjaan utama yang dilakukan masyarakat dan petugas adalah menyediakan tempat tinggal sementara bagi korban bencana dan membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak. Selama masa pemulihan ini, dilakukan pula evakuasi terhadap langkah-langkah penanganan bencana yang telah dilakukan.

2.      Adaptasi Penanggulangan Bencana Alam
Adaptasi bencana adalah penyesuaian sistem alam dan manusia terhadap stimulus bencana alam nyata atau yang diharapkan tidak ada dampak-dampaknya, yang menyebabkan kerugian atau mengeksploitasi kesempatan-kesempatan yang memberi manfaat.
Adapatsi bencana alam perlu dilakukan mengingat adanya ancaman-ancaman bencana alam yang membahayakan manusia seperti:
1.      Ancaman alamiah
Proses atau fenomena alam berupa tanah longsor, tanah bergerak yang bisa menyebabkan hilangnya nyawa, cidera atau dampak-dampak kesehatan lain, kerusakan harta benda, hilangnya penghidupan dan layanan, gangguan sosial dan ekonomi atau kerusakan lingkungan.
2.      Ancaman biologis
Proses atau fenomena bersifat organik atau yang dinyatakan oleh vektor-vektor biologis termasuk keterpaparan terhadap mikroorganisme yang bersifat patogen, toksin dan bahan-bahan bioaktif yang bisa menghilangkan nyawa, cidera, sakit atau dampak-dampak kesehatan lainnya kerusakan harta benda, hilangnya penghidupan dan layanan, gangguan sosial dan ekonomi atau kerusakan lingkungan.
3.      Ancaman geologis
Proses atau fenomena geologis berupa gempa bumi dan gunung meletus bisa mengakibatkan hilangnya nyawa, cidera atau dampak-dampak kesehatan lain, kerusakan harta benda, hilangnya penghidupan dan layanan, gangguan sosial dan ekonomi atau kerusakan lingkungan.
4.      Ancaman hidrometeorologis
Proses atau fenomena yang bersifat atmosferik, hidrologis atau oseanografis berupa pemanasan global dan tsunami yang bisa mengakibatkan hilangnya nyawa, cidera atau dampak-dampak kesehatan lain, kerusakan harta benda, hilangnya penghidupan dan layanan, gangguan sosial dan ekonomi atau kerusakan lingkungan.
5.      Ancaman sosial-alami
Fenomena meningkatnya kejadian peristiwa-peristiwa ancaman bahaya geofisik dan hidrometeorologis tertentu seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan, yang disebabkan oleh interaksi antara ancaman bahaya alam dengan sumber daya lahan dan lingkungan yang dimanfaatkan secara berlebihan atau rusak
Hal-hal penting dalam adaptasi dan ancaman bencana alam adalah:
-          Kesadaran publik
-          Kesiapsiagaan
-          Ketangguhan/tangguh
-          Langkah-langkah struktural/nonstruktural
-          Manajemen resiko bencana
-          Partisipasi
Adaptasi diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari bencana. Berikut contoh adaptasi dalam berbagai bidang kehidupan manusia:
-          Adaptasi dalam bidang ekonomi
-          Adaptasi dalam bidang kesehatan
-          Adaptasi dalam ketersediaan air
-          Adaptasi terhadap wilayah perkotaan yang sering dilanda banjir
3.      Usaha Pengurangan Resiko Bencana Alam
Usaha pengurangan resiko bencana alam di Indonesia dapat dilakukan dengan cara:
1.      Pembuatan peta risiko bencana
Pengenalan dan pengkajian ancaman bencana atau suatu wilayah berangkat dari pemahaman terhadap kondisi dan karakteristik suatu wilayah, baik dari segi fisik maupun sosial. Proses kajian ini dilakukan oleh berbagai ahli dengan berbagai bidang ilmu kemudian digabungkan dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan geografi. Hasil akhirnya adalah peta-peta yang menggambarkan karakteristik suatu wilayah dari berbagai aspek.
Penggambaran resiko bencana yang terdapat di suatu wilayah dilakukan dengan membuat peta resiko bencana. Secara umum, peta ini menggambarkan tingkat resiko terjadinya suatu bencana tertentu di suatu wilayah. Peta ancaman bencana dibuat berdasarkan beberapa indikator, antara lain sebagai berikut:
-          Zonasi wilayah rawan gempa bumi
-          Arus laut
-          Perkitaan ketinggian genangan tsunami
-          Zonasi wilayah rawan banjir
-          Zonasi wilayah rawan longsor
-          Zonasi wilayah terkena dampak letusan gunung api
-          Penggunaan lahan dan vegetasi
-          Bentuk medan dan kelerengan
-          Jenis hutan
-          Jenis tanah
-          Tipe iklim dan curah hujan tahunan
Peta kerentanan dibuat berdasarkan beberapa indikator yaitu:
-          Kepadatan penduduk
-          Rasio jenis kelamin
-          Tingkat kemiskinan
-          Jumlah difabel
-          Rasio kelompok umur
-          Luas lahan produktif
-          Kontribusi pendapatan domestik regional bruto (PDRB)
-          Jumlah bangunan, fasilitas umum, dan fasilitas darurat
-          Kepadatan bangunan
-          Jenis vegetasi
2.    Sistem peringatan dini bencana alam
UNISDR mendefinisikan sistem peringatan dini adalah sekumpulan kapasitas yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi peringatan yang bermakna dan tepat waktu sehingga memungkinkan individu, masyarakat dan organisasi yang terancam bencana  untuk bersiap dan bertindak dengan tepat dalam waktu yang cukup untuk mengurangi kemungkinan bahaya atau kerugian.
Konsep sistem peringatan dini terdiri dari empat unsur yaitu:
a.       pengetahuan tentang resiko bencana
b.      layanan pengawasan dan peringatan
c.       penyebaran informasi dan komunikasi
d.      kemampuan merespon
Langkah mitigasi sesudah bencana meliputi hal-hal sebagai berikut:
a.       menginventarisasi data-data kerusakan akibat bencana dan kekuatan bencana yang terjadi
b.       mengidentifikasi wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana berdasarkan tingkat kerusakan
c.       membuat rekomendasi dan saran untuk penanggulangan bencana pada masa depan
d.      membuat rencana penataan ulang wilayah, termasuk rencana tata ruang dan penggunaan lahan
e.       memperbaiki dan mengganti fasilitas pemantauan bencana yang rusak
f.       melanjutkan aktivitas pemantauan rutin dan simulasi tanggap bencana
3.      Simulasi bencana alam
Simulasi bencana adalah kegiatan pemberian informasi tentang cara-cara tentang penyelamatan diri kepada masyarakat oleh petugas/instansi terkait pada wilayah rawan bencana dan/atau disertai simulasi penyelamatan untuk mencegah atau meminimalkan dampak bencana alam yang mungkin terjadi. Kegiatan ini idealnya diikuti oleh seluruh anggota masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses mitigasi dan penanggulangan bencana.
Salah satu tujuan utama dari pelaksanaan simulasi bencana adalah menguji kesiapan seluruh sistem, prosedur, dan perangkat mitigasi serta penangulangan bencana.
SILAHKAN DOWNLOAD PPT DISINI