Wednesday, 16 August 2017

SUMARNA SURAPRANATA, Ph.D : Akhir yang tak berakhir

Sumarna Surapranata menjadi sosok penyemai benih-benih keindonesiaan di jiwa guru muda melalui program Guru Garis Depan sekaligus pemangkas predikat putra daerah menjadi putra bangsa. 

Bagi Guru Garis Depan, beliau adalah sosok ayah yang bersahabat. Pribadi beliau yang ramah, ramai, riang nan tegas meninggalkan kesan mendalam bagi siapapun yang pernah bertemu dengannya. 'Celotehannya' menggigit dan menarik sehingga tak ada fokus lain bagi penyimak selain fokus mendengarkannya. 


Mundur secara terhormat, beliau telah menanggalkan jabatan yang sangat strategis selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dengan meninggalkan banyak prestasi. 
Sumarna Surapranata sejak terpilih sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan tahun 2015 telah melakukan terobosan besar dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan terkhusus pemerataan guru di daerah 3T (Terdepan Terluar dan Tertinggal). Menumpuknya jumlah guru di perkotaan menjadi penghambat pemerataan dan kemajuan pendidikan sehingga pada tahun 2015, selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, beliau melakukan kebijakan afirmasi atau program keberpihakan kepada daerah 3T melalui pengangkatan CPNS Guru Garis Depan yang diikuti oleh alumni SM-3T (Sarjana Mendidik Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal) dengan tahap seleksi yang panjang dan ketat sebelum dinyatakan lulus melalui seleksi dengan sistem CAT. Pada periode 2015, 798 peserta telah mengikuti program CPNS Guru Garis Depan yang disebar di 28 kabupaten berkategori daerah tertinggal. Sedangkan pada tahun 2016, kembali mengangkat Guru Garis Depan sebanyak 6296 CPNS yang didistribusikan ke 93 kabupaten dan 14 provinsi daerah tertinggal. Hal ini bertujuan untuk pemerataan jumlah guru dan mutu pendidikan di seluruh Indonesia. 

Perhatian besar Bapak Sumarna Surapranata untuk memuliakan guru dapat dilihat dari berbagai kemudahan pelayanan bagi guru  baik dari segi penerbitan NUPTK, NRG, sampai tunjangan profesi. 
 Selain itu, beliau mendorong pengembangan profesi dan peningkatan kompetensi guru sehingga guru dapat mengangkat derajat sendiri dengan mengembangkan profesi dan kompetensi yang dimiliki. Menyebar kebermanfaatan bagi sekolah dan masyarakat sekitar sebagai sesama anak bangsa adalah tugas lain seorang guru selain di kelas.

Jabatan boleh berakhir atau justru diakhiri tetapi perhatian pada pendidikan tidak boleh berakhir pun tak boleh diakhiri

Semoga perhatian Beliau tak pernah meredup, terus menginspirasi, dan menginisiasi kemajuan pendidikan Indonesia. Selamat menjalankan kewajiban utama sebagai kepala keluarga Pak. Senantiasa doa dari ribuan guru untuk kesehatan Bapak dan keluarga. Aamiin!

Sunday, 13 August 2017

GURU GARIS DEPAN BERBAGI SANTUNAN DI PANTI ASUHAN



Makassar (13 Agustus 2017) – Masih tentang Guru Garis Depan (Red: GGD), tercatat hingga hari ini sudah ada 32 Pemda memanggil CASN GGD-nya ke kabupaten untuk menerima SK Penugasan. Jika melihat kondisinya, hamper tiap hari ada Pemda tujuan GGD melayangkan surat Panggilan kepada Anggota CASN GGDnya.
Namun, disela-sela kesibukan mempersiapkan diri (hunting baju keki, korpri, pgri, dan segala pernak pernik ASN). Melalui Koordinasi Basecare Makassar, Peserta  Guru Garis Depan  yang berdomisili di Makassar dan sekitarnya melakukan santunan ke Panti Asuhan.
Megawati Resmi, S.Pd.,Gr mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Syukuran beberapa hari kemarin di Basecare Pusat Koordinasi Makassar, dalam acara tersebut dihadiri  Peserta GGD, Alumni  PPG PRAJABATAN  DIKTI, PPG ANGKATAN V, dan Masyarakat sekitar. Acara ini pun dihadiri langsung oleh Ayahanda Agus Susilohadi(Pencetus Program SM-3T dan Pembina Basecare Edukasi Indonesia)

Dalam acara tudang sipulung bersama di Panti Asuhan Fatahillah, Kaharman mengajak adik-adik panti untuk membaca surat Al-Ma’un dan berdoa bersama.




“Santunan ini adalah sumbangan beberapa Rekan GGD dari berbagai daerah, yang dipercayakan ke kami penyalurannya. Mohon didoakan adek-adek, semoga kakak kita ini diberi kesehatan,kekuatan untuk melaksanakan tugas pengabdiannya, begitu pun keluarganya diberikan kesehatan, jangki lupa juga berdoa untuk dirita, berdoaki, berusahaki supaya bisa sukses sekolah tinggi-tinggi dan menjadi anak shaleh”. Ucap Kahar disela-sela diskusinya.
Pihak Panti sangat berterima kasih, dan menitip salam dengan semua guru muda.
“salamka nak sama teman-teman guruta’ dimanapun mereka, terima kasih banyak sudah repot-repot datang kesini, begini ji kodong keadannta”. Ungkap Pembina Panti.

Adapun santunan yang dibawah adalah bahan makanan seperti beras, mi instan, telur, minyak goreng  dll, kesemuanya itu adalah sumbangan rekan-rekan GGD.

jangan lupa tinggalkan komentar dan bagikan artikel ini

Wednesday, 2 August 2017

Begini kondisi sekolah penempatan GGD, Wajib Ada GGD/SM-3T Peduli

Beberapa CASN GGD 2016 sudah di Lokasi, sementara yang lainnya mempersiapkan kelengkapan sebelum ke lokasi. Baju dinas, alat outdoor, dan sebagainya.

https://nulis.babe.news/?ajak=4C8884


Beberapa hari ini, di beberapa grup juga ramai saling berbagi kondisi sekolah yang akan ditempatinya nanti. sebut namanya Desty Widiani, CASN GGD asal Bogor penempatan Kabupaten Buru. Mencoba mencari di chanel Youtube. Dan ternyata kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan. Yah.. 3T banget katanya.. sambil share link video sekolahnya. Bagi teman-teman yang ingin melihatnya silakan klik video berikut.

Jangan lupa di subscribe yah.

Jika teman-teman peduli terhadap pendidikan disana silakan share tulisan ini di akun media sosial teman-teman

10 PESAN AYAHANDA Agus Susilohadi UNTUK KALIAN PEWARIS SEMANGAT MBMI , Nomor 7 Paling Super.


#Khas kepada Guru Garis Depan 2016

Untuk kalian yang telah memutuskan untuk memilih hidup di tanah rantau. Kalian sudah berada di ruang kemudi. Mobil sudah dinyalakan, pantang untuk kembali dimatikan. Bulatkan tekad, karena keraguan itu hanya akan membuat langkahmu seperti menjemput kegagalan. Mantapkan langkah, atau mundur dari sekarang!

Tinggalkan zona nyamanmu. Karena zona nyaman itu mematikan potensi secara perlahan. Mumpung masih muda, mumpung kaki masih kuat, mumpung belum punya asam urat, jangan ragu untuk melompat, demi masa depan yang lebih hebat (Ahmad Rifa’i Rif’an).

Aku melihat air menjadi keruh karena diam menggenang. Singa tak akan mendapatkan mangsanya jika enggan meninggalkan sarangnya. Anak panah tak akan pernah sasarannya jika tak mau meninggalkan busurnya. Emas bagaikan seonggok tanah tak berarti jika tak digali dari tambang (Imam Syafi’i).

Bumi ini begitu luas, maka jangan mempersempit pergerakan diri, datangi Bumi Allah yang lain. Nikmati perjuangan di tempat yang berbeda, karena perantau adalah manusia perkasa, berani bertarung dalam ketidakpastian.

Lengkapi semangatmu dengan kesiapan yang cerdas:

Satu. Perkenalkan diri dengan lingkungan, kenali sebanyak mungkin orang di sekelilingmu, orang-orang “kunci” di wilayahmu. Kenali mereka secara personal. Ini penting untuk mengukuhkan jalan pengabdianmu.
 
Dua. Observasi lokasi-lokasi penting, instansi terkait, rumah sakit/balai pengobatan, pos keamanan, dsb. Skenariokan bagaimana menuju lokasi tersingkat jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
Tiga. Rintis berdirinya Basecare sebagai sarana penunjang perjuangan kalian, wujudkan saja dan tak perlu risau dengan target muluk-muluk. Basecare akan menyatukan kalian dalam kebersamaan. Dengan basecare, kalian bisa saling bersilaturahmi, menggalang ide, memecahkan masalah, membuat gerakan, menumbuhkan sikap saling peduli, saling bantu, dan saling menguatkan secara lebih efektif.

Empat. Galang masyarakat lingkungan, untuk membentuk komunitas baru, saudara baru, sahabat baru. Selain orang-orang ini yang kelak akan mendukung mewujudkan program-programmu, keamananmu, dan berbagai hal mengatasi kesulitan. Ini penting penting secara psikologis untuk menjaga rasa kangen keluarga dan komunitas yang telah kalian tinggalkan.

Lima. Galang jejaring lebih luas, terutama dengan teman-teman seperjuangan, dengan segala akses komunikasi yang memungkinkan. Perjuangan kalian jauh akan lebih berdampak bila dilakukan secara masif.

Enam. Jaga kualitas keilmuanmu. Perlu diwaspadai kondisi di lokasi terpencil membuat kalian merasa “cukup pinter” di banding lingkunganmu, merasa tidak perlu menjaga profesionalismemu. Tetap belajar dengan segala akses sumber ilmu yang memungkinkan.
 
Tujuh. Jangan puas hanya menjadi PNS biasa. Penuhi hari-harimu dengan kegiatan apapun yang bermanfaat, tak cukup hanya menghabiskan waktu di sekolah..Perluas ruang kelasmu di masyarakat. Lakukan pemetaan masalah di lingkungan, susun beberapa alternatif kegiatan untuk memecahkannya, lakukan saja tanpa banyak berteori. Evaluasi dan perbaiki jika diperlukan. Semakin aktif, kalian semakin dibutuhkan, semakin dihargai. Semakin diam, semakin pasif, akan semakin membosankan dan menjadi awal kegagalanmu. Kiprah kalian bukan saja bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga perlu untuk kalian sendiri. Perasaan “dibutuhkan” masyarakat akan menyelamatkan harga dirimu.

Delapan. Menjadi guru bukan profesi yang menjanjikan secara ekonomi. Sadari itu dan lakukan sesuatu. Buka naluri bisnismu untuk merintis peluang usaha di tempat baru. Cermati dan tangkap peluang apapun untuk menambah penghasilan. Ini penting agar kesulitan ekonomi tidak menjadi alasan kalian mengeluh dan berujung mencederai semangat pengabdianmu.

Sembilan. Rintis sebuah kebiasaan melakukan kebaikan menjadi keseharian kalian. Lakukan saja kebaikan, tak perlu bertanya kenapa. Melakukan kebaikan adalah investasi. Dunia ini seperti cermin, kita akan menerima kembali apa yang kita lakukan, kebaikan akan berbalas kebaikan di saat yang terduga-duga, yakini itu.

Sepuluh. Jaga diri, jaga hati, jaga perilaku, jaga semangat, jaga profesionalisme. Kalian adalah pewaris semangat MBMI.
Orang berilmu dan beradab tak kan diam tinggal di kampung halaman. Kalian bukan anak remaja lagi. Sudah saatnya kalian harus memulai hidup yang sesungguhnya. Tinggalkan rumah nyamanmu. Merantaulah, kalian akan menemukan pengganti orang tuamu, sanak kerabatmu, sahabatmu. Berlelah-lelahlah, karena manisnya hidup hanya akan kalian temukan setelah lelah berjuang.

Selamat berhijrah, selamat bertugas, selamat menebar kebaikan

Cc: Akhiruddin Haer

Monday, 24 July 2017

DARI MANA ASAL GURU GARIS DEPAN ITU, SAYA KIRA MASIH MORATORIUM HINGGA 2019 ?

Beberapa hari terakhir ini Euforia segelintir pengguna media social Facebook dengan angka 18 digit memenuhi berandaku. Mengucapkan syukur, merayakan, atau pamer tergantung personalnya, tapi tindakan pengguna media social tersebut tentunya menuai pro-kontra. Ucapan selamat dari teman dekat, tagihan traktir dari sahabat lama, atau hujatan haters menjadi bumbunya dan menurut saya hal itu wajar. Bebe rapa diantara mereka sepertinya memang RIYA (bahaya riya), tapi diantara mereka lebih banyak yang murni sebagai ungkapan syukur semata. Oke, kembali ke judul, DARI MANA ASAL GURU GARIS DEPAN ITU, SAYA KIRA MASIH MORATORIUM HINGGA 2019 ?

Guru Garis Depan  adalah jalur khusus pendaftaran ASN Formasi Guru di tanah air, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah berkategori 3T ( Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Formasi yang digunakan adalah formasi daerah yang masuk kategori 3T akan tetapi pelaksanaan seleksinya dikoordinasikan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan.
Berawal dari analisa kebutuhan tenaga Kependidikan oleh pemerintah daerah/provinsi yang kemudian diserahkan ke KEMENPAN, kemudian sinkronisasi potensi GGD dari program PPG PRAJABATAN DIKTI untuk merumuskan jumlah kuota per kabupaten/provinsi. Hingga Pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, seleksi kompetensi bidang dilakukan dan dikoordinasi oleh  Kementerian pendidikan dan kebudayaan.

“Guru Garis Depan (GGD) adalah suatu Program dari Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerja sama dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta pemerintah daerah dalam memeratakan pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, yang utama dalam hal mendistribusikan guru-guru. dan biasanya akan didistribusikan ke daerah-daerah terpencil yang tujuannya adalah pemerataan pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Pelaksanaan program guru gari depan juga tak lepas dari komitmen pemerintah untuk membangun indonesia mulai dari daerah yang terluar.”


Siapa saja yang boleh mengikuti seleksi CASN GGD Tersebut ?
Mereka adalah lulusan Program Profesi Guru Prajabatan Dikti yang terbagi dalam 5 kategori:
1.      PPG S1 PGSD Berasrama : pendidikan yang diperuntukan bagi lulusan S1 PGSD atau D2 PGSD, ditempuh selama 1 tahun (18-20 sks)
2.      PPG S1 Basic Science berasrama: Pendidikan yang diperuntukkan bagi lulusan MIPA, Pendidikan ditempuh selama 1 tahun (18-20 SKS)
3.      PPG SMK Kolaboratif: Pendidikan yang diperuntukkan bai calon Guru SMK
4.      PPG Terintegrasi: Kuliah Kependidikan (Bagi lulusan SMA dari daerah 3T), lulus langsung sudah dapat sertifikat pendidik (Multi grade), Masa pendidikan 9 semester
5.      PPG SM-3T: Pendidikan yang diberikan kepada alumni  Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (SM-3T), Silakan cek di http://seleksi.dikti.go.id/sm3t

Apa/Siapa/bagaimana/kapan/dimana SM-3T Itu?

11.  Apa?
     SM-3T adalah program pemerintah mengirim Sarjana Muda ke daerah 3T setelah memenuhi
-         seleksi Administrasi (S1 Kependidikan, IPK 3,0 , akreditasi jurusan minimal B, Sehat Jasmani & Rohani, Bebas Narkoba dan sejenisnya, Siap ditempatkan dimana saja di wilayah NKRI.
-         Seleksi Akademik ( Seleksi Tes Kemampuan Akademik/TPA, seleksi Keprodian, Kemampuan Bahasa Inggris)
-         Seleksi Wawancara (diantara pertanyaannya : siap mengabdi untuk Negara? Tahu berenang? Siap Gugur disana?)
-         Pra kondisi Semi Militer selama 2 minggu ( materi survive, ketahan malangan, kebangsaan, hingga latihan semi militer ke hutan selama 3 hari )
Durasi waktu seleksi 3-4 bulan

     2.     Siapa ?
Mereka adalah para sarjana Muda (3 tahun terakhir) yang siap mengabdi untuk Negara
     3.     Bagaimana ?
SM-3T cukup extrim, tidak sedikit yang gugur dalam mengikuti program ini, belum yang sakit, malaria, kecelakaan, medan ekstrim, penolakan oleh masyarakat setempat dan berbagai tantangan yang mereka bisa selesaikan secara santun. Tapi pada akhirnya para sarjana muda tersebut menanam benih indah disana
     4.     Kapan ?
SM-3T mengabdi selama setahun di daerah 3T, setelah itu istirahat selama 6 bulan, lalu masuk PPG selama  1 tahun, dan jika ingin ditotal 3 tahun dari proses pendaftaran hingga selesai PPG, dan itu kontrak DILARANG MENIKAH
     5. Dimana?
Tentunya di daerah 3T.

Jadi, jika ada yang mengatakan program GGD adalah Program INSTAN/PREMATUR, mungkin dia harus masuk kedalam mesin waktu lalu kembali ke tahun awal program ini(sm-3t) dibuka (2011).
Saat SM-3T tak ada sarjana yang meliriknya,

Saat sarjana muda takut dengan kata PAPUA,

Saat Sarjana lebih memilih kerja di instansi Swasta dengan gaji besar daripada Ke 

Sudut Negeri mendengar Jeritan Para Anak didik yang haus akan Sosok Pendidik.

Saat mereka menertawakan kami para SM3T dan mengingatkan agar tidak pakai KOTEKA disana

Saat beberapa keluarga menghujat dengan keputusan kami ikut SM3T

Saat mantan memilih menikah ketika Kami masih sementara mengikuti Program SM-3T (ini apa? Cut !)

Akhir kata saya, selamat buat para GGDers, semoga tulisan ini bisa menjawab beberapa pertanyaan khalayak. Jika ada mengujatmu balaslah dengan emotion J , dan link tulisan ini. Agar mereka mengerti bahwa GGD bukanlah bayi premature.

SALAM MENGABDI,

Friday, 3 February 2017

SILATURAHIM P3G UNM DENGAN MSI


Direktur P3G UNM (Ptof. Dr. H. Ramli Umar, M.Si) serius berbincang bersama kanda akhiruddin 

Siang ini (3 Februari 2017), pihak Program Pengembangan Profesi Guru (P3G) dan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) mengadakan pertemuan di kantor P3G, Gedung Phinisi UNM. Agenda tersebut membahas mengenai pola pengembangan program keasraman peserta PPG-SM-3T LPTK UNM. Menurut Andi Muhammad Irfan, Sekretaris P3G UNM, ke depannya pihak P3G akan menjalin kerjasama dengan MSI dalam pengembangan program keasramaan. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Direktur P3G (Prof. Dr. H. Ramli Umar, M.Si).
Begitupun kaitannya dengan publikasi dan inspirasi program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia, keduanya telah membangun komitmen bersama untuk secara intens mempublikasikan pengalaman PPG SM-3T di media sosial resmi Masyarakat SM-3T Indonesia.


Media sosial Masyarakat SM-3T Indonesia








Mengedukasi Anak Negeri BaseCare SM-3T Manokwari Papua Barat

Hujan yang memecah siang ternyata tidak mematahkan semangat siswa SD-SMP Negeri Satap Wasegi. Meski hujan, barisan tenda tetap berdiri kokoh terlebih kokohnya antusias mereka. Jarak tempat tinggal yang cukup jauh dari sekolah tidak menyusutkan langkah pacu mereka menuju sekolah. Begitu pula dengan guru dan pembina pramuka, mereka siap dengan seragam pramuka lengkap menyambut kedatangan siswa. Wajah-wajah tampak semakin sumringah bukan hanya karena kedatangan kami, Basecare SM-3T Manokwari, tetapi juga karena para kakak pelatih dari gudep SMA Negeri 1 dan SMK Negeri Prafi.
“Saya sangat senang mereka (red:kakak-kakak pelatih gudep SMA Negeri 1 Prafi dan SMK Negeri Prafi) datang karena ini di luar dugaan saya. Entah dari mana mereka tahu jika sekolah kami mengadakan kemah kegiatan pramuka. Saya sudah khawatir karena hujan deras mengguyur wilayah Manokwari. Akhirnya saya lega, hujan bukan penghalang kegiatan ini berlanjut. Saya sangat puas, pihak sekolah, teman-teman Basecare SM-3T Manokwari, kakak-kakak pelatih gudep, serta orangtua siswa mendukung penuh”. Curhatan Muhammad Isrin Rusli, guru GGD yang bertugas di SMP Negeri Satap Wasegi.
Kepuasan tidak hanya dirasakan oleh pencetus kegiatan (Muhammad Isrin Rusli), tetapi juga oleh koordinator Basecare SM-3T Manokwari (Jamaluddin). Di sela kegiatan, wajah beliau tampak berseri mengambil gambar. “Mungkin tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan Isrin (sapaan akrabnya dengan pencetus kegiatan). Siapa yang tahu akan seperti ini. Teman-teman basecare yang jauh pasti akan khawatir juga jika datang karena cuaca dan kondisi yang seperti ini cukup rawan. Tapi, di luar dugaan para pelatih dari gudep Prafi datang, jempol untuk mereka. Semoga kali lain bisa bergabung lagi untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Manokwari”. Ungkapnya sambil memberikan kedua jempolnya untuk para pelatih.
Hujan yang tidak segera berhenti ternyata tidak menghentikan berlanjutnya kegiatan. Suara peluit dari kakak pelatih gudep SMA Negeri 1 Prafi membariskan mereka di lapangan SD-SMP Negeri Satap Wasegi. Gerimis tidak serta merta mengacaukan barisan. “Salam pramuka”, terlontar lantang melebihi lantangnya hujan saat itu. Suara tepuk pramuka pun menggelora memecahkan beberapa warga sekitar sekolah untuk menatap kegiatan mereka.
Kak Candra, kakak pelatih dari gudep SMA Negeri 1 Prafi, menjadi pemateri pertama kegiatan ini. Hal ini tampak menambah cara pandang siswa SD-SMP Negeri Satap Wasegi tentang pramuka. Siswa kelas XII IPS-2 Prafi ini menunjukkan betapa asyiknya berpramuka. Kak Candra bersama timnya (gudep Prafi) terlihat kompak bersemangat membagikan ilmu kepramukaannya. Hal ini dirasakan oleh siswa SD-SMP Satap Wasegi. Mereka seakan lupa untuk memikirkan rumah dan tak ada yang mengeluh kangen keluarga. Tetapi sebaliknya, ketika malam beberapa orangtua datang ke sekolah membawa makanan dan selimut. Di balik jendela mereka mengintip kegiatan yang dilakukan putra-putrinya. Rasa senang dan lega karena putra-putrinya menikmati kegiatan dengan antusias. Lucunya, ada orangtua yang kangen dengan anaknya karena seharian tidak bertemu.
Kegiatan pramuka yang dilaksanakan selama dua hari ini menambah rasa kekeluargaan guru dan siswa SD-SMP Negeri Satap Wasegi. Bahkan menambah semangat mereka belajar meskipun waktu itu jadwal libur sekolah. Malam kedua (28/1) diisi dengan kegiatan api unggun dan siswa diberi kesempatan untuk menampilkan talenta mereka.
Laporan: Ervin Inda

sumber:
http://masyarakatsm-3t.com/mengedukasi-anak-negeri-basecare-sm-3t-manokwari-papua-barat-perkemahan-pramuka-sd-smp-negeri-satap-wasegi/

Saturday, 22 October 2016

HARI SANTRI NASIONAL : my journey




Hari Santri Nasional sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui keppres no 22 tahun 2015. “Penetapan Harsantnas tersebut merupakan wujud sebuah pengakuan Negara terhadap 22 Oktober sebagai hari bersejarah terkait fatwa bela Tanah Air” kata Seken PBNU H Helmy Faisal Zaini.  Merujuk pada peristiwa bersejarah  yang membawa bangsa Indonesia meraih kemerdekaan dari para penjajah pada tanggal 22 Oktober 1945, Oleh KH. Hasyim Asy’ari menyeruhkan “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardhu’ain atau wajib bagi setiap individu”  atau sejarah Bung Tomo membakar semangat pemuda dengan kalimat “Allahu Akbar! Merdeka” .
Peringatan hari santri bukan berarti tanggal merah dan libur bagi santri sebagaimana beberapa hari peringatan lainnya. Karena bagi santri tanggal merah dan hitam sama saja, tetap di pondok dengan tumpukan cucian, hafalan Qur’an, Hadits, Nahwu saraf, dan kitab-kitab lainnya. lalu apa yang special di Momentum ini? Sebagai santri yang masih aktif silahkan berbuat sesuatu  sebagai eksistensi kita di tanah air, Secara pribadi (alumni pesantren) saya mencoba mengingat dan meluapkan dalam tulisan ini, suka duka saya dalam Pesantren Mangkoso ( PONPES DDI MANGKOSO, KAB. BARRU, SULSEL).
Pimpinan ponpes DDI Mangoso

Tahun 2001, Orang tuaku mengirimku ke Pondok Pesantren Mangkoso setelah sebelumnya Kakakku lebih dulu dikirim. Sebuah keputusan yang berat pastinya karena di pondok pesantren ini harus melalui Madrasah Iddadiyah satu tahun (sebagai awal perkenalan santriterhadap kitab kuning). Saya tinggal di Asrama Blok B (Mess Darul Khuffadz) yang dari namanya tentu kita tahu bahwa fokus asrama ini adalah Hafalan. Targetnya 1 surat dalam jus 30 (Jus Amma) perhari atau Satu bab barzanji perhari, kalau tidak jawabannya adalah rotan.kabel hitam di telapak kaki (katanya agar darah ke otak lancar, hehehe). Setahun kulalui di Mess Darrul Khuffadz yang dibina oleh Ust. H. Said (Hafidz 30 jus) dan Ka’ Sofyan. Berkat bimbingan beliau saya mendapatkan sertifikat ini
sertifikat hapalan mess darul Khuffadz

Setelah tamat di I’dadiyah, Saya melanjutkan Ke Madrasah Tsanawiyah Kampus II Tonronge (Putra). Kehidupan Mondok benar-benar aku alami disini, Pagi sampai siang belajar formal seperti biasa, antara duhur dan ashar dipergunakan untuk makan dan istirahat, ba’da ashar pengajian, setelah pukul 05.00 main bola di lapangan miring dan mandi. Shalat magrib dilanjut pengajian hingga Isya, Istirahat, Pukul 09.00 dilanjutkan belajar di Aula Asrama hingga waktu yang tak ditentukan (kalau deadline hafalan, yah harus begadang).
Begitu banyak Moment yang pastinya takkan terlupakan sebagai anak santri, yang tak mungkin bisa aku luapkan dalam tulisan ini, cukuplah kami (Anak santri) menjadikannya pengalaman yang indah dan tak bisa terlupakan, Berikut 10 yang sempat aku ingat
1.      Kiriman lambat, sudah biasa
Beda bolu beda cakalang, kalo cakalang, eh maksudnya sekarang komunikasi sudah lancar, tinggal telepon, habis ini dan itu. Dulu anak santri harus mengirim surat ke orang tua yang panjangnya bisa sampai dua tiga lembar, segala unek-unek kami luapkan walaupun ujung-ujungnya minta kiriman, hehehhe. Tapi tentunya anak santri tahu ada kepuasan tersendiri ketika menerima surat balasan orang tua yangterbungkus dos indomie isinya tidak jauh dari
-          Selembar surat
-          Sebungkus goreng-gorengan ubi, mairo
-          Abon kelapa tahan lama
-          Kue kalau ada
-          Alat mandi
-          Pesanan special
Dan anda pasti ingat potongan kalimat ini :
      Teruntuk
      Ananda
      Di
      Ponpes DDI Mangkoso
(Kampus II Tonronge, Asrama Al-Muhajirin)
Assalamu alaimum. Wr, Wb.
Sebelumnya saya ingin beritahu ke ananda bahma amma dan bapak dalam keadaan sehat-sehat wal-afiat, semoga juga ananda demikian masih dalam lindungan Allah SWT. Mama minta maaf karena lambat mengirim kabar karena mobil di kampong tidak lancer,………………….
Bersama surat ini mama kirimkan sedikit makanan dan uang, jangan boros nak, karena panen tahun ini sedikit. Belajar yang rajin nak, jangan lupa shalat dan doakan mama, semoga ada waktu mama akan jengukki, jaga kesehatannya………….
Salam sama Ustads……
                                                                        Dari Ibunda

                                                                        ……………..
2.      Hafalan
Ustadz Abd Rahman, Guru Al-Qur’an ku, dengan target hafalan satu lembar perhari ditambah hafalan-hafalan dari ustadz lainnya, berbagai trik dilakukan anak santri, ada yang menulisnya pada secarik kertas, mengulang bacaannya hingga 40 kali, hingga merendam kaki di baskom.
Ada yang hafalannya cepat, ada yang lambat, bahkan ada yang KO, hehehehe
3.      Shalat subuh
Beberapa teman menganggapnya musuh besar, bangun subuh, berwudhu dengan air es( dingin ala gunung), berjalan seperti zombie (setengah sadar) ke masjid. Mengikuti pengajian hingga pukul 06.00. masih ingat jikalau Almarhum Ustadz Alwi (Alfatihah) yang Imam dengan surat Arrahman Andalannya. Atau Ustadz Muhsin denga rotannya membangunkan kami, Air wudhu di jergen sudah ada yang pakai. Namun semua itu suka duka sebagai anak pondok

4.      Pelajaran yang paling disukai dan yang tidak
Semua siswa bahkan di sekolah umum  pun pasti punya pelajaran andalan dan musuh
Secara pribadi saya suka kaligrafi dan saya KO di tilawah, kalian dimana?
5.      Mandi di Cincinge
Mandi dicincinge memiliki ruang tersendiri dalam memoriku, jalan dipematang sawah, antri mandi di Bujung Pitue, nyemplung di Bendungan Cincinge, cucian dalam ember, aghh, rasanya mau bernostalgia lagi disana.
Belum lagi kejar-kejaran dengan  Ustadz atau pak satpam (Pak Arif).
6.      Hukuman Pembina
Bukan anak santri kalo tidak pernah kena hukuman, entah berat atau ringan pasti dapat, dan tentunya semua demi kebaikan kita, pembentukan karakter, dan kedisiplinan. Secara pribadi saya akan jujur ceritakan dan itu sangat ngefek ke saya.
a.       Mencuri mangga
Pernah suatu hari saya memanjat mangga dibelakang asrama (milik warga) bersama teman saya Imran, kami mengiranya itu tidak apa-apa karena buah mangga tersebut hanya jatuh dan tidak ada punyanya perhatikan, sebenarnya beberapa teman juga pernah, tapi kali ini Aku dan Imran dapat apesnya, Pembina (Ustadz Muhsin) mendapatkan kami sementara asyik di atas pohon mangga, saya dihukum dengan membawa manga yang telah kami petik (3 buah, satunya sudah bolong habis digigit) ke rumah pemiliknya, lalu meminta halalnya. Saya pun melakukannya, sejak saat itu saya tidak pernah lagi mengambil milik orang lain tanpa izin dari sang pemilik
b.      Hukuman keluar kampus tanpa izin
Keseruan acara 17an menggoda kami untuk meninggalkan pondok, sebenarnya tidak apa-apa asalkan ada izin dari Pembina dan tetap di kampus menghadiri pengajian kitab kuning magrib. Namun saya dan beberapa teman tinggal sampai malam menonton acara lawak dan nyanyi solo. Apa boleh buat ustadz muhlis mendapatkan kami lagi Ayik di tengah lapangan sedang menonton, besoknya langsung hukuman tidak mengikuti pelajaran plus di epe (jongkok dengan  potongan bamboo diselip di antara betis dan paha). Sampai masuk waktu shalat dhuhur.
Pasti masih banyak lagi jenis hukuman yang teman-teman tahu, tapi setidaknya dua itu yang pernah saya alami.
7.      Teman Dunia Akhirat alias teman jail
Teman Jail banyak jenisnya di pesantren, yang tukang pinjam barang, yang coret muka pakai spidol waktu tidur, yang bawa lari sandal padahal kitanya juga mau keluar, yang pakai air tanpa ijin, yang  pindahkan teman ketika tidur. Semuanya demi keseruan agar hilanglah rasa rindu ini di orang tua. Terima kasih kawan telah mewarnai hidup ini.

Akhir kata saya, terima kasih kepada semua ustadz di Pesantren Mangkoso, baik yang pernah saya terima langsung ilmunya ataupun tidak, Insya Allah Ilmu ini akan selalu aku jaga dan  amalkan sebagai amal jariyah yang tak pernah terputus untuk kita kelak. Kepada teman-teman sekelas, satu pondok dan satu kamar, terima kasih atas warna yang pernah kalian berikan, suka duka kita, candaan, belajar bareng, shalat bareng, menghafal bareng, main bola dilapangan miring semuat tak bisa terlupakan. Maafkan atas segala salah dan kekuranganku yang tidak bisa selesai hingga Madrasah Aliyah. Tapi Alhamdulillah, telah kuduplikasikan ilmu itu ke beberapa sepupu, kemanakan dan adek saya. Sekarang adikku (Hasnawati) sementara mondok di kampus 1 Mangkoso, beberapa anak tetangga saya rekomendasikan lanjut di tonronge, dan bululampang. Semoga citra sebagai santri mangkoso masih tetap terjaga. Saya berjanji akan tetap menjaga marwah santri itu.


Selamat hari santri nasional, Salam Thonronk 08
maaf bila ada kesalahan kata