PERHATIAN !

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOG KAMI, JANGAN LUPA SUBSCRIBE DAN SHARE KE MEDIA SOSIAL ANDA AGAR BLOG INI SEMAKIN BERKEMBANG( klik IKUTI, SUKA, dan FOLLOW) di bilah kiri atas blog ini, JIKA INGIN BERIKLAN HUB EMAIL (kaharmanibo@gmail.com) / WA (085342290537) KAMI

Kamis, 12 Maret 2015

KURIKULUM 2013

bagi teman teman yang masih bingung tentang kurikulum 2013, berikut saya berikan tautan blog yang akan menjawab masalah anda, silahkan buka disini

Selasa, 10 Maret 2015

IBU FERDERIKA LIDIA PRAWAR, S.Pak



Pagi itu, matahari mulai muncul dari sela-sela daun kelapa. Burung gereja bernyanyi mengiringi hilangnya embun di hamparan rumput hijau di depan sekolah. Satu per satu siswa berdatangan dengan motif ketimurannya, beberapa datang dengan bagian belakang baju diluar dan bagian depannya dimasukkin, seorang siswi datang dengan bedak yang cukup tebal. Ada yang hanya membawa satu buku yang diselipkan di kantong belakang, beberapa siswa yang membawa buku dengan tas noken khas papua home made.
Halaman kelas mulai ramai, tiba-tiba siswa berlarian berbaris di halaman sekolah, “ibu prawar su datang…. Ibu prewar su datang” teriak seorang anak laki-laki. Mungkin budaya ini patut kita contoh yang berada di bagian barat Indonesia, mereka di timur tiap pagi dan pulang sekolah mengadakan apel untuk mengevaluasi pembelajaran selama sehari.
Ibu Prawar, satu-satunya guru perempuan di sekolah ini. Beliau bertanggung jawab pada beberapa mata pelajaran di sekolah mulai pelajaran Agama, Kesenian, Sejarah, dan beberapa mata pelajaran lainnya. Bukan hanya itu, ketika salah seorang guru meninggalkan pulau ini (ke kota untuk sementara) beliau kerap kali memegang 2 hingga 3 kelas bersamaan.
Ibu prawar datang dengan tas noken yang ditentengnya, beberapa buku yang lusuh terselip dalam tas nokennya. Jangan membayangkan gadget smartphone di tasnya, atau mungkin alat cosmetic seperti pegawai negeri di bagian barat Indonesia. Hanya beberapa biji buah pinang dan sirih, dan sedikit kapur yang akan menemaninya menghadapi kelas rangkap 3 hingga siang nanti demi pilar-pilar muda Indonesia di bumi cendrawasih.
Beliau adalah sosok guru yang bersahaja, disegani siswa, tempat siswa mengadu ketika menghadapi masalah di kelas ataupun di lingkungannya . Namun bagi kami (guru sm3t) beliau adalah ibu peri penolong kami. Yang selalu mengontrol kekurangan kami di rumah dinas, sesekali beliau menyuruh siswa perempuan ke tanah besar untuk mencarikan kami sayur atau bahkan menyeruhkan ke siswa laki-laki untuk molo (menyelam dilaut) untuk mencarikan kami ikan. Beliau adalah mediator kami ke kepala sekolah atau bahkan ke masyarakat kampong deer. Bagi kami (saya dan rahmat suardi) beliau adalah ibu kami, saudara kami. Entah itu statusnya apa, yang kami sadari antara kami dan beliau sudah ada ikatan batin.
Ibu prawar, terakhir aku melihatnya di kantor dinas p&p Raja Ampat. Hari itu, hari terakhir kami (guru sm3t) di Raja Ampat, saya dan Rahmat masih sempat bersalaman dan mencium tangannya sebelum kami diberangkatkan ke kota sorong untuk kembali ke makassar, beberapa bulan kemudian metrotv dan beberapa stasiun tv swasta menayangkan tentang adanya kecelakaan kapal di perairan Raja Ampat. Sontak aku kaget dengan berita itu, lalu saya mencari informasi lengkap dari beberapa siswa disana. Yah…. Ibu prawar, ibu guru yang menjadi peri kami, orang tua kami dan saudara kami selama pengabdian sm3t ada dalam kecelakaan itu, beberapa hari setelah beberapa itu aku terus menghubungi siswa dan teman guru disana, “IBU PRAWAR BELUM DITEMUKAN”, Cuma itu jawaban mereka.. hingga saat ini “IBU GURU PRAWAR BELUM DITEMUKAN”
Ibu Prawar, Entah dimana sekarang. Aku hanya bisa berdoa, semoga tuhan telah menjadikannya perih cantik disana, yang tersenyum melihat siswa-siswanya belajar, melanjutkan kuliah dan sukses. Terima kasih ibu telah memberikan makna dalam hidup ini. Terima kasih ibu…….

AYAH SEDUNIA

Lalu kenapa ayah tidak pernah meminta?

Kenapa pertanyaan itu tidak terlintas sejak dulu?
Kenapa hingga sekarang hal itu belum pernah diutarakan olehnya..
“AYAH ……..!!!!”
Dengan keriput wajahmu
Dengan keringat di selah2nya
Dengan rambut putihmu
Dengan tangan lusuhmu
Dengan nafas terengah-engahmu
Kenapa kamu tidak meminta dengan dalih itu?
Kenapa kamu masih saja bekerja keras?
Padahal kamu sadar, sekarang AKU sudah pantas untuk memberimu

AYAH SEDUNIA,,,,,,!!!
Tidak akan pernah meminta kepada seorang anaknya
Tidak akan pernah menagih pengorbanan kepada anaknya
Tidak akan pernah membahas perjuangan menyekolahkan anaknya
Bahkan setelah ANAK yang mengurasnya HABIS telah SUKSES
Dia bahkan dengan senyum simpul,gugup, dengan SEDIKIT RAGU
Untuk berkata “DIA ANAKKU