Bagi Guru Garis Depan, beliau adalah sosok ayah yang bersahabat. Pribadi beliau yang ramah, ramai, riang nan tegas meninggalkan kesan mendalam bagi siapapun yang pernah bertemu dengannya. 'Celotehannya' menggigit dan menarik sehingga tak ada fokus lain bagi penyimak selain fokus mendengarkannya.
Wednesday, 16 August 2017
SUMARNA SURAPRANATA, Ph.D : Akhir yang tak berakhir
Sumarna Surapranata menjadi sosok penyemai benih-benih keindonesiaan di jiwa guru muda melalui program Guru Garis Depan sekaligus pemangkas predikat putra daerah menjadi putra bangsa.
Sunday, 13 August 2017
GURU GARIS DEPAN BERBAGI SANTUNAN DI PANTI ASUHAN
Makassar (13 Agustus 2017) – Masih tentang Guru Garis Depan (Red: GGD), tercatat hingga hari ini sudah ada 32 Pemda memanggil CASN GGD-nya ke kabupaten untuk menerima SK Penugasan. Jika melihat kondisinya, hamper tiap hari ada Pemda tujuan GGD melayangkan surat Panggilan kepada Anggota CASN GGDnya.
| Makan Bersama |
Wednesday, 2 August 2017
10 PESAN AYAHANDA Agus Susilohadi UNTUK KALIAN PEWARIS SEMANGAT MBMI , Nomor 7 Paling Super.
#Khas kepada Guru Garis Depan 2016
Untuk kalian yang telah memutuskan untuk memilih hidup di tanah rantau. Kalian sudah berada di ruang kemudi. Mobil sudah dinyalakan, pantang untuk kembali dimatikan. Bulatkan tekad, karena keraguan itu hanya akan membuat langkahmu seperti menjemput kegagalan. Mantapkan langkah, atau mundur dari sekarang!
Monday, 24 July 2017
DARI MANA ASAL GURU GARIS DEPAN ITU, SAYA KIRA MASIH MORATORIUM HINGGA 2019 ?
Beberapa hari terakhir ini Euforia segelintir pengguna
media social Facebook dengan angka 18 digit memenuhi berandaku. Mengucapkan syukur,
merayakan, atau pamer tergantung personalnya, tapi tindakan pengguna media social
tersebut tentunya menuai pro-kontra. Ucapan selamat dari teman dekat, tagihan
traktir dari sahabat lama, atau hujatan haters menjadi bumbunya dan menurut
saya hal itu wajar. Bebe rapa diantara mereka sepertinya memang RIYA (bahaya
riya), tapi diantara mereka lebih banyak yang murni sebagai ungkapan syukur
semata. Oke, kembali ke judul, DARI MANA ASAL GURU GARIS DEPAN ITU, SAYA KIRA
MASIH MORATORIUM HINGGA 2019 ?
Guru Garis Depan adalah jalur khusus pendaftaran ASN Formasi
Guru di tanah air, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah
berkategori 3T ( Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Formasi yang digunakan
adalah formasi daerah yang masuk kategori 3T akan tetapi pelaksanaan seleksinya
dikoordinasikan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan.
Berawal dari analisa kebutuhan tenaga Kependidikan
oleh pemerintah daerah/provinsi yang kemudian diserahkan ke KEMENPAN, kemudian
sinkronisasi potensi GGD dari program PPG PRAJABATAN DIKTI untuk merumuskan
jumlah kuota per kabupaten/provinsi. Hingga Pendaftaran, seleksi administrasi,
seleksi kompetensi dasar, seleksi kompetensi bidang dilakukan dan dikoordinasi
oleh Kementerian pendidikan dan
kebudayaan.
“Guru Garis Depan (GGD) adalah suatu Program dari Pemerintah
melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerja sama dengan
Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta
pemerintah daerah dalam memeratakan pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia,
yang utama dalam hal mendistribusikan guru-guru. dan biasanya akan
didistribusikan ke daerah-daerah terpencil yang tujuannya adalah pemerataan
pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Pelaksanaan program guru
gari depan juga tak lepas dari komitmen pemerintah untuk membangun indonesia
mulai dari daerah yang terluar.”
Siapa saja yang boleh mengikuti
seleksi CASN GGD Tersebut ?
Mereka adalah lulusan Program Profesi Guru
Prajabatan Dikti yang terbagi dalam 5 kategori:
1. PPG
S1 PGSD Berasrama : pendidikan yang diperuntukan bagi lulusan S1 PGSD atau D2
PGSD, ditempuh selama 1 tahun (18-20 sks)
2. PPG
S1 Basic Science berasrama:
Pendidikan yang diperuntukkan bagi lulusan MIPA, Pendidikan ditempuh selama 1
tahun (18-20 SKS)
3. PPG
SMK Kolaboratif: Pendidikan yang diperuntukkan bai calon Guru SMK
4. PPG
Terintegrasi: Kuliah Kependidikan (Bagi lulusan SMA dari daerah 3T), lulus
langsung sudah dapat sertifikat pendidik (Multi grade), Masa pendidikan 9
semester
5. PPG
SM-3T: Pendidikan yang diberikan kepada alumni
Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal
(SM-3T), Silakan cek di http://seleksi.dikti.go.id/sm3t
Apa/Siapa/bagaimana/kapan/dimana SM-3T Itu?
11. Apa?
SM-3T adalah program pemerintah mengirim
Sarjana Muda ke daerah 3T setelah memenuhi
-
seleksi
Administrasi (S1 Kependidikan, IPK 3,0 , akreditasi jurusan minimal B, Sehat
Jasmani & Rohani, Bebas Narkoba dan sejenisnya, Siap ditempatkan dimana
saja di wilayah NKRI.
-
Seleksi Akademik
( Seleksi Tes Kemampuan Akademik/TPA, seleksi Keprodian, Kemampuan Bahasa
Inggris)
-
Seleksi
Wawancara (diantara pertanyaannya : siap mengabdi untuk Negara? Tahu berenang? Siap
Gugur disana?)
-
Pra kondisi Semi
Militer selama 2 minggu ( materi survive, ketahan malangan, kebangsaan, hingga
latihan semi militer ke hutan selama 3 hari )
Durasi
waktu seleksi 3-4 bulan
2.
Siapa ?
Mereka adalah
para sarjana Muda (3 tahun terakhir) yang siap mengabdi untuk Negara
3.
Bagaimana ?
SM-3T cukup
extrim, tidak sedikit yang gugur dalam mengikuti program ini, belum yang sakit,
malaria, kecelakaan, medan ekstrim, penolakan oleh masyarakat setempat dan
berbagai tantangan yang mereka bisa selesaikan secara santun. Tapi pada
akhirnya para sarjana muda tersebut menanam benih indah disana
4.
Kapan ?
SM-3T mengabdi
selama setahun di daerah 3T, setelah itu istirahat selama 6 bulan, lalu masuk
PPG selama 1 tahun, dan jika ingin ditotal
3 tahun dari proses pendaftaran hingga selesai PPG, dan itu kontrak DILARANG MENIKAH
5. Dimana?
Tentunya di
daerah 3T.
Jadi, jika ada yang
mengatakan program GGD adalah Program INSTAN/PREMATUR, mungkin dia harus masuk
kedalam mesin waktu lalu kembali ke tahun awal program ini(sm-3t) dibuka
(2011).
Saat SM-3T tak ada
sarjana yang meliriknya,
Saat sarjana muda takut
dengan kata PAPUA,
Saat Sarjana lebih
memilih kerja di instansi Swasta dengan gaji besar daripada Ke
Sudut Negeri
mendengar Jeritan Para Anak didik yang haus akan Sosok Pendidik.
Saat mereka
menertawakan kami para SM3T dan mengingatkan agar tidak pakai KOTEKA disana
Saat beberapa keluarga
menghujat dengan keputusan kami ikut SM3T
Saat mantan memilih
menikah ketika Kami masih sementara mengikuti Program SM-3T (ini apa? Cut !)
Akhir kata saya,
selamat buat para GGDers, semoga tulisan ini bisa menjawab beberapa pertanyaan
khalayak. Jika ada mengujatmu balaslah dengan emotion J , dan link tulisan ini. Agar mereka mengerti bahwa
GGD bukanlah bayi premature.
SALAM MENGABDI,
Friday, 3 February 2017
SILATURAHIM P3G UNM DENGAN MSI
![]() |
| Direktur P3G UNM (Ptof. Dr. H. Ramli Umar, M.Si) serius berbincang bersama kanda akhiruddin |
Siang ini (3 Februari 2017), pihak Program Pengembangan Profesi Guru (P3G) dan Masyarakat SM-3T Institute (MSI) mengadakan pertemuan di kantor P3G, Gedung Phinisi UNM. Agenda tersebut membahas mengenai pola pengembangan program keasraman peserta PPG-SM-3T LPTK UNM. Menurut Andi Muhammad Irfan, Sekretaris P3G UNM, ke depannya pihak P3G akan menjalin kerjasama dengan MSI dalam pengembangan program keasramaan. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Direktur P3G (Prof. Dr. H. Ramli Umar, M.Si).
Mengedukasi Anak Negeri BaseCare SM-3T Manokwari Papua Barat

Hujan yang memecah siang ternyata tidak mematahkan semangat siswa SD-SMP Negeri Satap Wasegi. Meski hujan, barisan tenda tetap berdiri kokoh terlebih kokohnya antusias mereka. Jarak tempat tinggal yang cukup jauh dari sekolah tidak menyusutkan langkah pacu mereka menuju sekolah. Begitu pula dengan guru dan pembina pramuka, mereka siap dengan seragam pramuka lengkap menyambut kedatangan siswa. Wajah-wajah tampak semakin sumringah bukan hanya karena kedatangan kami, Basecare SM-3T Manokwari, tetapi juga karena para kakak pelatih dari gudep SMA Negeri 1 dan SMK Negeri Prafi.
“Saya sangat senang mereka (red:kakak-kakak pelatih gudep SMA Negeri 1 Prafi dan SMK Negeri Prafi) datang karena ini di luar dugaan saya. Entah dari mana mereka tahu jika sekolah kami mengadakan kemah kegiatan pramuka. Saya sudah khawatir karena hujan deras mengguyur wilayah Manokwari. Akhirnya saya lega, hujan bukan penghalang kegiatan ini berlanjut. Saya sangat puas, pihak sekolah, teman-teman Basecare SM-3T Manokwari, kakak-kakak pelatih gudep, serta orangtua siswa mendukung penuh”. Curhatan Muhammad Isrin Rusli, guru GGD yang bertugas di SMP Negeri Satap Wasegi.
Kepuasan tidak hanya dirasakan oleh pencetus kegiatan (Muhammad Isrin Rusli), tetapi juga oleh koordinator Basecare SM-3T Manokwari (Jamaluddin). Di sela kegiatan, wajah beliau tampak berseri mengambil gambar. “Mungkin tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan Isrin (sapaan akrabnya dengan pencetus kegiatan). Siapa yang tahu akan seperti ini. Teman-teman basecare yang jauh pasti akan khawatir juga jika datang karena cuaca dan kondisi yang seperti ini cukup rawan. Tapi, di luar dugaan para pelatih dari gudep Prafi datang, jempol untuk mereka. Semoga kali lain bisa bergabung lagi untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Manokwari”. Ungkapnya sambil memberikan kedua jempolnya untuk para pelatih.
Hujan yang tidak segera berhenti ternyata tidak menghentikan berlanjutnya kegiatan. Suara peluit dari kakak pelatih gudep SMA Negeri 1 Prafi membariskan mereka di lapangan SD-SMP Negeri Satap Wasegi. Gerimis tidak serta merta mengacaukan barisan. “Salam pramuka”, terlontar lantang melebihi lantangnya hujan saat itu. Suara tepuk pramuka pun menggelora memecahkan beberapa warga sekitar sekolah untuk menatap kegiatan mereka.
Kak Candra, kakak pelatih dari gudep SMA Negeri 1 Prafi, menjadi pemateri pertama kegiatan ini. Hal ini tampak menambah cara pandang siswa SD-SMP Negeri Satap Wasegi tentang pramuka. Siswa kelas XII IPS-2 Prafi ini menunjukkan betapa asyiknya berpramuka. Kak Candra bersama timnya (gudep Prafi) terlihat kompak bersemangat membagikan ilmu kepramukaannya. Hal ini dirasakan oleh siswa SD-SMP Satap Wasegi. Mereka seakan lupa untuk memikirkan rumah dan tak ada yang mengeluh kangen keluarga. Tetapi sebaliknya, ketika malam beberapa orangtua datang ke sekolah membawa makanan dan selimut. Di balik jendela mereka mengintip kegiatan yang dilakukan putra-putrinya. Rasa senang dan lega karena putra-putrinya menikmati kegiatan dengan antusias. Lucunya, ada orangtua yang kangen dengan anaknya karena seharian tidak bertemu.
Kegiatan pramuka yang dilaksanakan selama dua hari ini menambah rasa kekeluargaan guru dan siswa SD-SMP Negeri Satap Wasegi. Bahkan menambah semangat mereka belajar meskipun waktu itu jadwal libur sekolah. Malam kedua (28/1) diisi dengan kegiatan api unggun dan siswa diberi kesempatan untuk menampilkan talenta mereka.
Laporan: Ervin Inda
sumber:
http://masyarakatsm-3t.com/mengedukasi-anak-negeri-basecare-sm-3t-manokwari-papua-barat-perkemahan-pramuka-sd-smp-negeri-satap-wasegi/
Saturday, 22 October 2016
HARI SANTRI NASIONAL : my journey
Hari
Santri Nasional sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui keppres no 22 tahun
2015. “Penetapan Harsantnas tersebut
merupakan wujud sebuah pengakuan Negara terhadap 22 Oktober sebagai hari
bersejarah terkait fatwa bela Tanah Air” kata Seken PBNU H Helmy Faisal
Zaini. Merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indonesia meraih
kemerdekaan dari para penjajah pada tanggal 22 Oktober 1945, Oleh KH. Hasyim
Asy’ari menyeruhkan “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardhu’ain atau wajib bagi
setiap individu” atau sejarah Bung
Tomo membakar semangat pemuda dengan kalimat “Allahu Akbar! Merdeka” .
Peringatan
hari santri bukan berarti tanggal
merah dan libur bagi santri sebagaimana beberapa hari peringatan
lainnya. Karena bagi santri tanggal merah dan hitam sama saja, tetap di pondok
dengan tumpukan cucian, hafalan Qur’an, Hadits, Nahwu saraf, dan kitab-kitab
lainnya. lalu apa yang special di Momentum ini? Sebagai santri yang masih aktif
silahkan berbuat sesuatu sebagai
eksistensi kita di tanah air, Secara pribadi (alumni pesantren) saya mencoba
mengingat dan meluapkan dalam tulisan ini, suka duka saya dalam Pesantren Mangkoso
( PONPES DDI MANGKOSO, KAB. BARRU, SULSEL).
![]() |
| Pimpinan ponpes DDI Mangoso |
Tahun
2001, Orang tuaku mengirimku ke Pondok Pesantren Mangkoso setelah sebelumnya
Kakakku lebih dulu dikirim. Sebuah keputusan yang berat pastinya karena di
pondok pesantren ini harus melalui Madrasah Iddadiyah satu tahun (sebagai awal
perkenalan santriterhadap kitab kuning). Saya tinggal di Asrama Blok B (Mess
Darul Khuffadz) yang dari namanya tentu kita tahu bahwa fokus asrama ini adalah
Hafalan. Targetnya 1 surat dalam jus 30 (Jus Amma) perhari atau Satu bab
barzanji perhari, kalau tidak jawabannya adalah rotan.kabel hitam di telapak
kaki (katanya agar darah ke otak lancar, hehehe). Setahun kulalui di Mess Darrul
Khuffadz yang dibina oleh Ust. H. Said (Hafidz
30 jus) dan Ka’ Sofyan. Berkat bimbingan beliau saya mendapatkan sertifikat
ini
![]() |
| sertifikat hapalan mess darul Khuffadz |
Setelah tamat di I’dadiyah, Saya melanjutkan Ke Madrasah Tsanawiyah Kampus II Tonronge (Putra). Kehidupan Mondok benar-benar aku alami disini, Pagi sampai siang belajar formal seperti biasa, antara duhur dan ashar dipergunakan untuk makan dan istirahat, ba’da ashar pengajian, setelah pukul 05.00 main bola di lapangan miring dan mandi. Shalat magrib dilanjut pengajian hingga Isya, Istirahat, Pukul 09.00 dilanjutkan belajar di Aula Asrama hingga waktu yang tak ditentukan (kalau deadline hafalan, yah harus begadang).
Begitu
banyak Moment yang pastinya takkan terlupakan sebagai anak santri, yang tak
mungkin bisa aku luapkan dalam tulisan ini, cukuplah kami (Anak santri)
menjadikannya pengalaman yang indah dan tak bisa terlupakan, Berikut 10 yang
sempat aku ingat
1. Kiriman
lambat, sudah biasa
Beda
bolu beda cakalang, kalo cakalang, eh maksudnya sekarang komunikasi sudah lancar,
tinggal telepon, habis ini dan itu. Dulu anak santri harus mengirim surat ke
orang tua yang panjangnya bisa sampai dua tiga lembar, segala unek-unek kami
luapkan walaupun ujung-ujungnya minta kiriman, hehehhe. Tapi tentunya anak santri tahu ada kepuasan tersendiri
ketika menerima surat balasan orang tua yangterbungkus dos indomie isinya tidak
jauh dari
-
Selembar surat
-
Sebungkus goreng-gorengan ubi, mairo
-
Abon kelapa tahan lama
-
Kue kalau ada
-
Alat mandi
-
Pesanan special
Dan anda pasti ingat
potongan kalimat ini :
Teruntuk
Ananda
Di
Ponpes DDI Mangkoso
(Kampus
II Tonronge, Asrama Al-Muhajirin)
Assalamu
alaimum. Wr, Wb.
Sebelumnya
saya ingin beritahu ke ananda bahma amma dan bapak dalam keadaan sehat-sehat
wal-afiat, semoga juga ananda demikian masih dalam lindungan Allah SWT. Mama minta
maaf karena lambat mengirim kabar karena mobil di kampong tidak lancer,………………….
Bersama
surat ini mama kirimkan sedikit makanan dan uang, jangan boros nak, karena
panen tahun ini sedikit. Belajar yang rajin nak, jangan lupa shalat dan doakan
mama, semoga ada waktu mama akan jengukki, jaga kesehatannya………….
Salam
sama Ustads……
Dari
Ibunda
……………..
2. Hafalan
Ustadz
Abd Rahman, Guru Al-Qur’an ku, dengan target hafalan satu lembar perhari
ditambah hafalan-hafalan dari ustadz lainnya, berbagai trik dilakukan anak
santri, ada yang menulisnya pada secarik kertas, mengulang bacaannya hingga 40
kali, hingga merendam kaki di baskom.
Ada
yang hafalannya cepat, ada yang lambat, bahkan ada yang KO, hehehehe
3. Shalat
subuh
Beberapa
teman menganggapnya musuh besar,
bangun subuh, berwudhu dengan air es( dingin ala gunung), berjalan seperti
zombie (setengah sadar) ke masjid. Mengikuti pengajian hingga pukul 06.00.
masih ingat jikalau Almarhum Ustadz Alwi (Alfatihah) yang Imam dengan surat
Arrahman Andalannya. Atau Ustadz Muhsin denga rotannya membangunkan kami, Air
wudhu di jergen sudah ada yang pakai. Namun semua itu suka duka sebagai anak
pondok
4. Pelajaran
yang paling disukai dan yang tidak
Semua
siswa bahkan di sekolah umum pun pasti
punya pelajaran andalan dan musuh
Secara
pribadi saya suka kaligrafi dan saya KO di tilawah, kalian dimana?
5. Mandi
di Cincinge
Mandi
dicincinge memiliki ruang tersendiri dalam memoriku, jalan dipematang sawah,
antri mandi di Bujung Pitue, nyemplung di Bendungan Cincinge, cucian dalam
ember, aghh, rasanya mau bernostalgia lagi disana.
Belum
lagi kejar-kejaran dengan Ustadz atau
pak satpam (Pak Arif).
6. Hukuman
Pembina
Bukan
anak santri kalo tidak pernah kena hukuman, entah berat atau ringan pasti
dapat, dan tentunya semua demi kebaikan kita, pembentukan karakter, dan
kedisiplinan. Secara pribadi saya akan jujur ceritakan dan itu sangat ngefek ke
saya.
a. Mencuri
mangga
Pernah suatu hari saya memanjat mangga
dibelakang asrama (milik warga) bersama teman saya Imran, kami mengiranya itu
tidak apa-apa karena buah mangga tersebut hanya jatuh dan tidak ada punyanya
perhatikan, sebenarnya beberapa teman juga pernah, tapi kali ini Aku dan Imran
dapat apesnya, Pembina (Ustadz Muhsin) mendapatkan kami sementara asyik di atas
pohon mangga, saya dihukum dengan membawa manga yang telah kami petik (3 buah, satunya
sudah bolong habis digigit) ke rumah pemiliknya, lalu meminta halalnya. Saya pun
melakukannya, sejak saat itu saya tidak pernah lagi mengambil milik orang lain
tanpa izin dari sang pemilik
b. Hukuman
keluar kampus tanpa izin
Keseruan acara 17an menggoda kami untuk
meninggalkan pondok, sebenarnya tidak apa-apa asalkan ada izin dari Pembina dan
tetap di kampus menghadiri pengajian kitab kuning magrib. Namun saya dan
beberapa teman tinggal sampai malam menonton acara lawak dan nyanyi solo. Apa boleh
buat ustadz muhlis mendapatkan kami lagi Ayik di tengah lapangan sedang
menonton, besoknya langsung hukuman tidak mengikuti pelajaran plus di epe (jongkok
dengan potongan bamboo diselip di antara
betis dan paha). Sampai masuk waktu shalat dhuhur.
Pasti masih banyak lagi jenis hukuman
yang teman-teman tahu, tapi setidaknya dua itu yang pernah saya alami.
7. Teman
Dunia Akhirat alias teman jail
Teman
Jail banyak jenisnya di pesantren, yang tukang pinjam barang, yang coret muka
pakai spidol waktu tidur, yang bawa lari sandal padahal kitanya juga mau keluar,
yang pakai air tanpa ijin, yang
pindahkan teman ketika tidur. Semuanya demi keseruan agar hilanglah rasa
rindu ini di orang tua. Terima kasih kawan telah mewarnai hidup ini.
Akhir
kata saya, terima kasih kepada semua ustadz di Pesantren Mangkoso, baik yang
pernah saya terima langsung ilmunya ataupun tidak, Insya Allah Ilmu ini akan
selalu aku jaga dan amalkan sebagai amal
jariyah yang tak pernah terputus untuk kita kelak. Kepada teman-teman sekelas,
satu pondok dan satu kamar, terima kasih atas warna yang pernah kalian berikan,
suka duka kita, candaan, belajar bareng, shalat bareng, menghafal bareng, main
bola dilapangan miring semuat tak bisa terlupakan. Maafkan atas segala salah
dan kekuranganku yang tidak bisa selesai hingga Madrasah Aliyah. Tapi Alhamdulillah,
telah kuduplikasikan ilmu itu ke beberapa sepupu, kemanakan dan adek saya. Sekarang
adikku (Hasnawati) sementara mondok di kampus 1 Mangkoso, beberapa anak
tetangga saya rekomendasikan lanjut di tonronge, dan bululampang. Semoga citra
sebagai santri mangkoso masih tetap terjaga. Saya berjanji akan tetap menjaga
marwah santri itu.
Selamat
hari santri nasional, Salam Thonronk 08
maaf bila ada kesalahan kata
Subscribe to:
Posts (Atom)








