Thursday, 8 September 2016
AYAH, MAAFKAN ANAKMU
Tuesday, 30 August 2016
GURU THOMPSON DAN SISWA TEDDY
Teddy tidak seperti anak-anak lainnya, sampai-sampai bu Thomson ketika memeriksa PR si Teddy tidak perlu membaca lagi, sambil menutup mata bisa mencoretnya dengan pulpen merah “X”, dan memberi nilai Nol besar, karena semuanya salah.
Thursday, 23 June 2016
REPORTASE KEGIATAN HARLAH MSI
Serentetan kegiatan akan menghiasi puncak perayaan Hari Lahir Masyarakat SM-3T Indonesia (MSI) yang pertama. Tujuan diadakannya rangkaian kegiatan tersebut sebagai penghantar menuju puncak perayaan yang akan dilaksanakan minggu malam (26/6). Ini untuk menginisiasi banyak pihak di luar sana bahwa gaung MSI terhadap kepeduliannya terhadap Pendidikan –terkhusus di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T)- bisa terdengar begitu jelas. Baik itu sasarannya kepada lembaga Pemerintah ataupun yang bersifat independent maupun komunitas.
MSI lahir dari keresahan yang begitu panjang. Para pemikir yang mencetus lahirnya lembaga ini tersadar bahwa ada pembetulan yang mesti dilakukan di ranah Pendidikan. Maka perlu dirancang sebuah rumah sederhana untuk menampung segala aspirasi tentang bagaimana pendidikan itu seharusnya. Saudara terdahulunya, SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), telah menasional terlebih dahulu. Namun masa pengabdian setahun tak cukup bisa membawa dampak yang masif dari perubahan pendidikan itu sendiri. Maka dari itu perlu up grade ide agar segala ketertinggalan di daerah 3T bisa teratasi. Maka dari itu MSI mesti dibentuk.
Setahun terakhir telah banyak yang dilakukan MSI untuk pendidikan Indonesia. Bermuara pada keresahan maka tercetuslah SM-3T Peduli yang bertugas untuk menyalurkan bantuan buku-buku pelajaran dan alat sekolah ke berbagai pelosok tertinggal dari Aceh hingga tanah Papua. Hal lain yang dilakukan MSI adalah terus menginisiasi lahirnya GGD II (Guru Garis Depan), yakni pengiriman ribuan guru-guru (alumni SM-3T yang telah menjalani proses Pendidikan Profesi Guru) untuk kembali ke daerah 3T.
Sebagai jalan menuju puncak perayaan maka beberapa perlombaan yang berskala lokal hingga nasional hingga bakti sosial dan buka puasa bersama.
23/6/2016
Lomba Mewarnai tingkat SD
Beberapa sekolah mitra dari P3G (Program Pengembangan Profesi Guru) kami jadikan sebagai peserta lomba, SDN Mongisidi I, SD BTN IKIP I, SD Inpres Karunrung, SD Inpres Hartaco, SDN Puri Taman Sari dengan jumlah peserta sebanyak 27 siswa. Kegiatan dimulai pada pukul 9.30. Siswa-siswa yang duduk di bangku kelas I & II berlomba memberikan yang terbaik. Bermacam warna dipadu-padankan di atas media gambar. Hingga pukul 11.30 perlombaan mewarnai selesai.
Lomba Media Pembelajaran
Melibatkan peserta dari alumni SM-3T yang kini tengah menjalani Pendidikan Profesi Guru (PPG). Mereka akan menampilkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif dan dapat teraplikasikan di daerah 3T. 12 jurusan turut andil dalam kegiatan ini; Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Kimia, Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Geografi, Pendidikan Olahraga dan Bimbingan Konseling. Diharapkan dengan adanya lomba ini mampu menjadi pelopor adanya perlombaan serupa berskala nasional yang nantinya akan digagas oleh pemerintah pusat. Sehingga corong perhatian tertuju pada PPG Universitas Negeri Makassar.
24/6/2016
Bakti Sosial Panti Asuhan
Di hari kedua gong kegiatan tak berhenti. Kami terus menghembuskan nafas kepedulian. Kali ini kegiatan kami bersifat sosial; kunjungan dan donasi ke Panti Asuhan Nur Fatta Waasi. Hampir sebulan sebelumnya kami membuka keran bagi para donatur untuk mendonasikan apa yang bisa disumbangkan. Baik itu berupa pakaian bekas maupun berbentuk sembako.
Sekirannya di hari yang telah ditentukan ini, kami keluarga besar dari MSI akan berduyun-duyun menuju panti asuhan untuk menyerahkan donasi yang telah terkumpul. Dan serah terima bantuan ini akan diberikan langsung oleh Direktur MSI, Akhiruddin, S.Pd., Gr.
25/6/2016
Buka Puasa On The Road
Hari Lahir MSI yang jatuh tepat pada bulan ramadhan adalah sebuah keuntungan yang masif. Serangkaian kegiatan yang bernafas kepedulian bisa kami gagas dengan maksimal. Pada hari sebelumnya kegiatan kunjungan ke Panti Asuhan bisa terlaksana. Maka di hari sabtu ini giliran kami turun ke jalan untuk membagikan takjil untuk berbuka kepada pengguna jalan yang bersiap-siap pulang ke rumah atau yang terjebak macet dan mendapati waktu berbuka di atas jalan raya. Berlokasi di pertigaan ujung jalan A.P. Pettarani (depan MAN 2 Model). Kegiatan ini melibatkan para pengurus MSI dan juga peserta PPG SM-3T angkatan IV. Selain membagikan takjil kami juga membagikan selebaran yang bertujuan untuk mengaunggkan pendidikan 3T kepada khalayak luas.
26/6/2016
Talk Show dan Puncak Perayaan Hari Lahir MSI
Puncak perayaan Hari Lahir MSI yang pertama akan difokuskan pada dua lokasi dengan dua acara yang berbeda. Pertama, sejak pukul 13.00 siang akan di adakan talk show dengan tema umum “Alumni PPG SM-3T sebagai Guru Penyayang dan Inspiratif” yang akan menghadirkan 3 pembicara utama; Prof. Dr. Luthfiya Nurlaela, M.Pd (tim maju bersama mencerdaskan Indonesia) dengan tema wicara “Menemukan Karakter Indonesia Sesungguhnya melalui SM-3T”, Drs. Abdullah Pandang, M.Pd (Direktur P3G UNM) dengan tema sampaian “Guru di persimpangan Jalan; Antara Profesionalisme Mendidik dan Tantangan HAM”, serta Drs. Agus Susilohadi, M.Si (Pencetus Program SM-3T) akan memaparkan “Program SM-3T dalam Tinjauan Filosofis dan Humanis”.
Masih dalam rangkaian acara talk show. MSI juga akan membuka sudut pameran buku. Karya-karya yang ditampilkan adalah buah tangan dari para Alumni SM-3T ketika di masa pengabdian. Pun beberapa buah pikir ketika menjalani proses PPG. Semuanya akan terpajang dan siap menginspirasi para pembaca. Di sudut lain akan berdiri sebuah pohon harapan. Di ranting-rantingnya akan menggantung harapan-harapan para pemimpi yang menginginkan pendidikan yang lebih baik. Khususnya di daerah 3T. Dan spot terakhir adalah bentangan kain putih sepanjang 50 meter. Kain ini sebagai wadah aspirasi kebangsaan pendidikan Indonesia. Jadi seluruh peserta talk show yang kiranya akan mencapai 500-an lebih peserta akan menuangkan testimoninya tentang pendidikan di daerah 3T.
Kemudian kegiatan akan bergeser ke Basecare Masyarakat SM-3T Indonesia yang terletak di Komplek Minasa Sari Blok B10 no.22. Di Basecare MSI akan dibuka dengan kegiatan santunan kepada Panti Asuhan “Mantasiah”. Setelahnya akan ada penyampaian tauziah singkat oleh Ust. Askar Yaman, M.Pd. Lalu ditutup dengan acara buka puasa bersama.
Puncak perayaan Hari Lahir MSI akan dimulai pukul 9 malam tepat di Basecare MSI. Rentetan kegiatan beberapa hari terakhir akan menemui puncaknya malam ini. Bapak Drs. Agus Susilohadi, M.Si selaku pencetus program SM-3T akan menjadi pusat perhatian. Beliau akan memaparkan dengan gamblang pencapaian SM-3T selama ini serta penjelasan tentang pemberdayaan alumni SM-3T. Hadir pula tim SIMPUL 9 yang merupakan perpanjangan tangan dari MSI di daerah-daerah lain yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Mereka adalah prakarsa dari lahirnya Basecare MSI di daerah asal masing-masing. Kemudian bapak Drs. Agus Susilohadi, M.Si akan melaunching Basecare MSI se-Indonesia sekaligus pemotongan tumpeng sebagai simbolis resminya 15 Basecare MSI seluruh Indonesia. Ke depannya akan dimunculkan lagi Basecare-basecare yang baru untuk menginisiasi membesarkan MSI secara nasional. Hingga gaung yang kita inginkan bisa tercapai.
Tuesday, 3 November 2015
Repost (akan kah ini ada di dunia nyata)
http://web.akhwatshalihah.com/2015/11/dipaksa-menikahi-perempuan-cantik.html?m=1
Thursday, 22 October 2015
INDONESIA MENYAPA
23 Oktober 2015. Kegiatan Indonesia Menyapa
Kemristekdikti bersama Yayasan Masyarakat SM-3T Intitute mengajak alumni SM-3T yang terpilih untuk kembali merasakan suasana pengabdian di lokasi pengabdian SM-3T semula melalui pendampingan kegiatan Indonesia Menyapa. Peserta yang akan didampingi dalam kegiatan ini berasal dari pihak di luar SM-3T.
Peserta yang tergolong sebagai tokoh masyarakat dari berbagai kalangan tersebut akan kita ajak merasakan kehidupan pendidik di daerah sasaran SM-3T selama 5 hari (termasuk lama perjalanan). Kegiatan Indonesia Menyapa ini membutuhkan 10-15 alumni SM-3T yang terpilih untuk menjadi pendamping bagi peserta.
Bagi yang berminat, silahkan mengajukan proposal pengajuan diri menjadi pendamping dengan kerangka proposal berupa;
1) Deskripsi Lokasi Pengabdian SM-3T Anda (Profil Daerah/Demografis/Geografis, Gambaran Akses/Rute yang ditempuh menuju Lokasi, Keunikan Sosial Budaya, Daya Tarik Wisata, Kondisi Keamanan)
2) Biodata Anda (Nama Lengkap, Tempat Tanggal Lahir, Alamat Lengkap, Nomor Hp, Alamat Email, Riwayat Pendidikan, Riwayat Pekerjaan, Pengalaman Organisasi)
3) Lampiran 5 Foto pengalaman terbaik Anda waktu menjadi peserta SM-3T beserta keterangannya, Lampiran 5 Foto Kemenarikan Geografis/Wisata Daerah Pengabdian SM-3T Anda beserta keterangannya)
Kegiatan ini tidak diperuntukkan bagi para alumni yang sementara mengikuti PPG SM-3T atau terikat oleh instansi tertentu (mengingat kegiatan ini berlangsung selama 5 hari, sebagai antisipasi resiko meninggalkan aktivitas wajib Anda)
Perihal biaya Akomodasi, Transportasi dan Konsumsi bagi pendamping ditanggung oleh panitia kegiatan
Silahkan mengirimkan proposal Anda ke alamat email: masyarakatsm3tinstitute@gmail.com dengan judul email 'Proposal Indonesia Menyapa' dengan batas waktu pengiriman sampai tanggal 5 November 2015.
Proposal yang diterima sampai batas waktu tersebut, selanjutnya akan diseleksi oleh Tim Dikti untuk memperoleh 10-15 peserta beserta daerah sasaran yang terpili. MSI
Tuesday, 20 October 2015
Antri
Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.
Inilah jawabanya;
1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”
”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu.
1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk MENGATASI KEBOSANAN saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
6. Anak bisa BELAJAR BERSOSIALISASI menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
7. Anak BELAJAR TABAH dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia MENYEROBOT ANTRIAN dan HAK ORANG LAIN.
11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.
Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.
Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.
1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?
Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?
Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.
Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?
Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.
Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,
Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?
Salam syukur penuh berkah...
Sunday, 4 October 2015
Dapat dari broadcast teman tentang kampus UIT
UIT dikenai sanksi, bisa dilaporkan ke polisi
Ketua tim evaluasi kerja akademik perguruan tinggi kemenrterian riset teknologi dan pendidikan tinggi, Supriadi Rustad, mengatakan Universitas Indonesia Timur (UIT) bisa dilaporkan ke Polisi. Alasannya, Universitas diduga Melakukan Kebohongan Dan merugikan Mahasiswa.” Laporan itu menjadi urusan mereka yang merasa di rugikan,” Kata bapak supriadi Rustad seusai mengunjungi kampus UIT Makassar, Kemarin.
Kementerian Riset Teknologi dan pendidikan tinggi SECARA RESMI MENONAKTIFKAN KEGIATAN PERKULIAHAN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR. Kampus yang berlokasi Di jalan Rappocini Raya, Makassar, ini di anggap TIDAK LAYAK SEBAGAI PERGURUAN TINGGI. “ Kami datang Meminta Konfirmasi,” Ujar Supriadi Rustad.
Informasi yang diperoleh, Menurut Supriadi, UIT Memiliki Dosen sebanyak 300 Orang. Sementara ini Mahasiswa sebanyak 20.000 orang, ini lebih banyak ketimbang Jumlah Mahasiswa di Institut Teknologi Bandung ( ITB).“Mahasiswa ITB Sekitar 18 ribu, Tetapi jumlah Dosen Sebanyak 1.200 orang,”. Perbandingan jumlah Dosen di UIT, Menurut Supriadi Rustad, Tidak Imbang. Selain itu manajemen UIT dinilai buruk. Misalnya, Tidak Ada Data Pasti Jumlah Mahasiswa yang Telah di Wisuda. Menurut laporan data Rektorat Mahasiswa diwisudah per juni Tahun ini hampir mencapai 4.000 orang. Tetapi yang terdeteksi Dipangkalan Data Kementrian haya 922 orang. “KAMI MEMINTA UIT MENYETOP PENERIMAAN MAHASISWA, Menurut Bapak Supriadi Rustad.
Tim Evaluasi kementrian juga memberi tenggang waktu 12 september untuk melengkapi data mahasiswanya. Tidak hanya tahun ini, tetapi juga 2011 hingga 2014.
Tak hanya itu menurut Supriadi Rustad, UIT di duga MEMBOHONGI MASYARAKAT. Didepan kampusnya, di jl.Rappocini, terpasang spanduk bertulisan “mendapat Akreditasi B”
Supriadi Rustad menegaskan inspeksi terhadap kampus yang dinilai abal-abal tidak hanya di makassar. Di jawa pun sudah banyak kampus yang di tolak alumnus. Maka demikian masyarakat diminta berhati-hati memilih kampus.